SI KUCING -1
Mungkin, aku memang sesuatu yang terkadang dianggap lemah. Sesuatu yang mungkin hanya bisa diajak untuk bermain dan dimanjakan. Sesuatu yang mungkin hanya bisa mencakar dan bermain dengan benang wol. Bahkan, mungkin sesuatu yang hanya bisa…’mengeong’. Tapi, mungkin semua itu memang benar. Aku memang senang diajak bermain dan dimanjakan. Aku memang selalu sigap mencakar bila ada yang menggangguku. Akupun memang selalu berusaha menangkap benang wol yang menggelinding dengan sikap yang aneh. Dan bahkan aku memang hanya bisa mengeong.
Kau mungkin sudah menerkanya bukan? Yup! Aku ini(hanyalah) kucing jalanan yang terlantar. Setiap kucing pasti selalu ingin dimanjakan dan senang bermain. Dan aku… Aku memang kucing yang tak ingin dianggap lemah atau remeh. Tapi, aku juga seekor kucing, aku butuh ketulusan. Aku butuh kasih sayang.
Apakah aku ini menjijikan? Apakah aku kurang imut? Apakah aku tak terlihat cantik? Apakah aku ini sungguh kumal? Atau apakah sekarang para manusia tak lagi punya hati terhadap kucing jalanan? Kurasa pertanyaan nomor 5 jawabannya adalah… YA! Aku terkadang begitu kesal saat aku hanya ingin mendapat belas kasihan dari seseorang namun nyatanya… Aku malah diusir dengan kasar menggunakan sapu. Apa yang harus aku lakukan?
Dimana lagi aku bisa mendapatkan ketulusan? Dimana lagi aku bisa mendapatkan kasih sayang? Dimana lagi aku bisa menemukan manusia yang bisa menaruh hati padaku?
Tunggu! Aku baru sadar itu! Seharusnya aku tidak mengeluh seperti ini. Aku harus berusaha. Banyak manusia yang bilang bahwa kunci sebuah kesuksesan adalah kerja keras atau berusaha. Aku memang kucing, tapi mungkin kucing juga bisa menggunakan kunci sukses manusia bukan?
***
Perutku terasa bergetar. Bergetar seperti ada blender yang sedang mencampurkan sesuatu. Suaranyapun seperti petir yang menggelegar. Ahh…terlalu berlebihan. Tapi, itu memang benar! Di siang yang terik ini aku merasa sangat kelaparan. Seperti yang kalian tahu! Kucing jalanan suka sekali mencari tahu bila ada makanan di tong sampah yang ada di pinggir jalan. Dan seharusnya kalian tahu bahwa sebenarnya aku sangat membenci itu. Aku tak ingin terlihat kotor. Karena kupikir kotorpun adalah salah satu alasan yang membuat aku tak mendapat kasih saying manusia.
Di taman kota, terlihat semua orang yang sedang tertawa bahagia sambil melakukan senam pagi. Tak seperti diriku yang hanya bisa menahan rasa lapar yang terus menggerogoti. Aku hanya bisa terdiam sambil memandan orang-orang yang berbahagia ditaman.
Hey! Hey! Ada manusia yang mendekatiku? Apa yang harus aku lakukan? Kalau aku berdiam diri, siapa tahu manusia itu akan menyiksaku… Tapi? Kalau aku lari, mungkin saja manusia itu akan memberiku sendikit makanan? Apa yang harus aku lakukan???
…………..
By :Aisyah Nurul(admin)
Halo Kak Aisyah..
BalasHapusCerita ini nanti kita yang sambung atau bagaimana? Nyambungnya di comment atau lewat mana?? :)
Thanks, Ayesha.
Sorrry yaa.... Baru dibales...:)
BalasHapusKirimnya ke e-mailku: aisyah_izzah@ymail.com
Sorry baru bales yaa...
BalasHapusKirimnyaa ke e-mailku : aisyah_izzah@ymail.com